Pentingnya Mbonceng Tren dalam Konten Sosial Media

Hewan Tren 2025
Foto Unsplash dari Iced Cocoa

 

 

Dalam dunia media sosial yang serba cepat, perhatian pengguna menjadi komoditas yang sangat berharga. Karena memang model sosial media sekarang algoritmanya tanpa batas, semua pengguna bisa scroll insgaram atau facebook berjam-jam melihat postingan random di internet. Bisakah konten kita sampai di layar mereka? Atau hanya sampai selama satu detik, lalu dilewati. Menyedihkan bukan? tentunya desain konten saja sekarang tidak cukup, perlu faktor lain untuk menambah efektivitas konten. Salah satu cara paling efektif untuk menarik perhatian secara organik adalah dengan “riding a trend” aka membonceng trend — memanfaatkan tren yang sedang viral untuk memperkuat pesan brand atau meningkatkan jangkauan konten.

Apa Maksudnya “Mbonceng Tren”?

“Mbonceng tren” berarti menciptakan atau menyesuaikan konten dengan tren yang sedang ramai dibicarakan. Seperti dalam perdagangan, kalau musim ini musim durian, maka jualan durian akan laku keras. Ini bisa berlaku di postingan TikTok, meme populer, isu terkini, audio viral, gaya desain, atau bahkan filter baru yang sedang digunakan banyak orang.

💡 Mbonceng tren biasa dilakukan akun-akun sosial media yang menjual layanan pajangan iklan untuk meningkatkan atensi publik dan mendorong emosi pengguna sosmed. Tidak peduli tren baik atau buruk, mereka akan merepost ulang/membuat ulang konten yang berhasil viral.

Kenapa Riding Trend Itu Penting?

Sebagai akun kecil di universe platform media, dengan follower yang berjumlah seadanya, tentu akan susah mendapatkan explosure masiv di sosial media. Mayoritas pengguna dengan followers yang banyak serta tayangan yang viral akan mudah dikenali masyarakat luas. Namun jangan berputus-asa, jangan langsung membeli follower (tidak-organik). Lakukan upaya itu dengan elegan dengan menunggangi tren. Banyak kok manfaatnya seperti;

1. Meningkatkan jangkauan organik – Platform seperti Instagram dan TikTok secara algoritmik mempromosikan konten yang relevan dengan tren.

2. Menunjukkan bahwa brand Anda relevan dan up-to-date – Ini memberi kesan bahwa bisnis Anda mengikuti perkembangan zaman.

3. Engagement meningkat drastis – Audiens lebih cenderung berinteraksi dengan sesuatu yang sudah familiar atau sedang mereka ikuti.

4. Hemat biaya promosi – Membonceng tren bisa menghasilkan viralitas dengan menimalisir iklan berbayar.

Dengan mengikuti tren, konten kita akan sering muncul di beranda orang banyak. Contoh tren yang sudah berlalu seperti; Gangnam Style Dance, Tren Capybara, Tren Reels Akhir Tahun Baru dan sebagainya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by The World in Maps 🌍 (@the.world.in.maps)

Tips Mbonceng Tren

Berikut beberapa tips agar konten sosial media kamu cepat naik daun. Klik saja satu persatu.

✅ 1. Selalu Pantau Tren Harian

Gunakan fitur Explore di Instagram, Trending Sound di TikTok, dan Twitter/X Trends untuk melihat apa yang sedang ramai. Tools seperti Google Trends dan TrendHunter juga bisa membantu memantau tren global.

✅ 2. Gerak Cepat Tapi Tetap Otentik

Timing adalah segalanya. Semakin cepat Anda merespon tren, semakin besar peluang konten Anda viral. Tapi tetap pastikan kontennya masuk akal dengan identitas brand.

✅ 3. Sesuaikan Tren dengan Niche Anda

Jangan asal ikut. Buat twist unik sesuai bisnis Anda. Misalnya, jika Anda menjual produk kecantikan, gunakan audio tren tapi tampilkan tutorial atau before-after.

✅ 4. Libatkan Audiens

Buat challenge atau ajakan yang mendorong partisipasi audiens. Konten UGC (user generated content) dapat memperpanjang umur tren Anda.

✅ 5. Gunakan Hashtag yang Tepat

Hashtag tren + hashtag niche = kombinasi ideal. Contoh: #CapCutTemplate + #DigitalMarketingTips

Studi Kasus: Konten Sosial Media Duolingo

Kalau kalian sering scroll sosial media, kalau nemu maskot burung hijau, itu pasti konten Duolingo, sebuah aplikasi belajar bahasa asing yang sering viral karena berhasil riding tren TikTok dengan maskot burung hijau yang mengikuti dance challenge, lip-sync, pose meme dan tren humor absurd ala Gen Z. Meskipun produknya edukatif, mereka membungkusnya dalam format tren seru dan kadang keblabasan, tapi tetap ringan dan lucu. Hasilnya:

⭐ Followers bertambah jutaan hanya dalam beberapa bulan.

⭐ Engagement rate mencapai angka luar biasa (lebih tinggi dari brand besar lain).

⭐ Brand awareness meningkat drastis di kalangan pengguna muda.

Kesimpulan

Well, strategi mbonceng tren bukan hanya soal ikut-ikutan, tapi soal memanfaatkan momentum untuk menyampaikan pesan tersendiri yang tepat kepada audiens yang sedang haus konten. Dengan strategi ini dan eksekusi cepat, tim sosial media kamu bisa menciptakan konten yang tidak hanya viral, tapi juga berdampak bagi pertumbuhan brand. Selain itu dukungan fitur untuk campaign tertentu akan menambah efektivitas kinerja postingan.


Sudah pernah mencoba mbonceng trend?

Butuh Jasa Sosial Media Strategist?

Saya bisa bantu buat planning sosmed, desain grafis dan postingan format video pendek

Chat via WhatsApp
Author
Fathurridho

Freelancer & digital nomad.